Jumat, 20 Mei 2016

Tentang Nishfu Sya'ban

Tentang Nishfu Sya'ban
Dalam bulan Sya'ban ada satu malam yang diagungkan, penuh barokah dan dihormati yaitu malam Nishfu Sya'ban. Di malam ini Allah SWT menampakkan ampunan dan rohmatNya. maka Allah mengampuni yang mohon ampun dan merahmati yang memohon rohmat, memberi kelapangan pada mereka yang susah, membebaskan dari neraka dan menetapkan rizki dan amal.
ada banyak riwayat hadits tentang keutamaan malam ini, yang tidak kosong dari kelemahan atau keterputusan sanad. sebagian riwayat dishohihkan oleh al Hafidh Ibn Hibban.di antara riwayat-riwayat tersebut adalah
:
1. Diriwayatkan ath Thobroni dan Ibn Hibban dari Mu'adz bin Jabal dari Nabi SAW : Allah memandang pada hambaNya pada malam Nishfu Sya'ban, maka mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang yang bermusuhan).

2. Diriwayatkan al Baihaqi dari Sayyidah Aisyah ra. bahwa Nabi bersabda : Jibril mendatangikuan berkata : Ini adalah malam Nishfu Sya'ban Di malam ini Allah mengampuni manusia lebih banyak dari jumlah bulu kambing Bani Kalb. Allah tidak memandang pada orang musyrik, yang bermusuhan, pemutus silaturrahim, orang yang menurunkan pakaiannya melebihi mata kaki (karena sombong), orang yang durhaka pada kedua orang tuanya juga peminum khomr ...
3. Diriwayatkan Imam Ahmad dari Abdullah bin Amr ra : Allah memandang pada makhlukNya di malam Nishfu Sya'ban, dan Allah mengampuni hambanya kecuali 2 orang : yang bermusuhan dan yang membunuh. Sanadnya lemah sebagaimana disebutkan al Hafidh al Mundziri.
4. Diriwayatkan at Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Sayyidah Aisyah ra. : Aku kehilangan Nabi (di suatu malam), lalu aku keluar (mencari beliau). Ternyata beliau ada di Baqi' mengangkat kepala ke langit dan beliau bersabda ; wahai Aisyah. Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya mengurangi hakmu?. Aku (Aisyah) berkata : aku sangka engkau mendatangi istri yang lain. Nabi bersabda : Sesungguhnya Allah 'turun' di malam Nishfu Sya'ban ke langit dunia dan mengampuni kepada manusia lebih banyak dari jumlah bulu kambing Bani Kalb.
5. Diriwayatkan al Bazzar dan al Bayhaqi dari Abu Bakr ash Shiddiq ra, dari Nabi beliau bersabda : Allah SWT 'turun' di malam Nishfu Sya'ban ke langit dunia, dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik dan orang yang ada permusuhan di dalam hatinya. Sanadnya tidak bermasalah (laa ba'sa bih) sebagaimana dikemukakan al Hafidh al Mundziri.
6. Diriwayatkan al Bayhaqi dar Makhul dari Katsir bin Murroh (seorang tabiin) dari Nabi SAW : Di malam Nishfu Sya'ban Allah SWT mengampuni penduduk bumi kecuali orang musyrik dan yang bermusuhan. al Bayhaqi berkata : Ini hadits mursal yang baik.
-- demikian dikutip dari kitab Maa Dzaa Fi Sya'ban susunan al Muhaddits as Sayyid Muhammad Alawi al Maliki (66 - 71)
Pendapat Para ulama Tentang Malam Nisfu Sya'ban
1. Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali berkomentar tentang malam nisfu sya'ban dalam kitabnya Lathoiful Ma'arif hal. 199-201:
ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻮﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺸﺎﻡ ﻛﺨﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺪﺍﻥ ﻭ ﻣﻜﺤﻮﻝ ﻭﻟﻘﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺎﻣﺮ ﻭ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻳﻌﻈﻤﻮﻫﺎ ﻭ ﻳﺠﺘﻬﺪﻭﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭ ﻋﻨﻬﻢ ﺃﺧﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻀﻠﻬﺎ ﻭ ﺗﻌﻈﻴﻤﻬﺎ
Dan malan nishfu sya’ban adalah malam yang para tabi’in negara syam seperti Khalid bin Ma’dan, Makhul, Luqman Bin Amir dan yang lainnya mereka mengagungkan malam Nishfu Sya’ban dan mereka bersungguh sungguh dalam beribadah dimalam tersebut. Dan dari merekalah umat islam mengambil faham keutamaan dan keagungannya.”
Al-Hafidz Ibnu Hajar melanjutkan:
ﻭ ﺍﺧﺘﻠﻒ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺸﺎﻡ ﻓﻲ ﺻﻔﺔ ﺇﺣﻴﺎﺀﻫﺎ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻟﻴﻦ : ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ : ﺃﻧﻪ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺇﺣﻴﺎﺅﻫﺎ ﺧﻤﺎﻋﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ . ﻛﺎﻥ ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺪﺍﻥ ﻭ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺎﻣﺮ ﻭ
ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻳﻠﺒﺴﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺣﺴﻦ ﺛﻴﺎﺑﻬﻢ ﻭ ﻳﺘﺒﺨﺮﻭﻥ ﻭ ﻳﻜﺘﺤﻠﻮﻥ ﻭ ﻳﻘﻮﻣﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻟﻴﻠﺘﻬﻢ ﺗﻠﻚ ﻭ ﻭﺍﻓﻘﻬﻢ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﺑﻦ ﺭﺍﻫﻮﻳﺔ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻭ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻗﻴﺎﻣﻬﺎ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﺟﻤﺎﻋﺔ : ﻟﻴﺲ ﺫﻟﻚ ﺑﺒﺪﻋﺔ
Ulama Syam berbeda pendapat dalam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban :
Pendapat Pertama:
Disunnahkan menghidupkannya secara berjamaah dimasjid. Dan para ulama tersebut diatas mereka mengenakan pakaian yang paling bagus yang mereka miliki serta membakar kayu harum dan
menggunakan celak. Mereka sholat di masjid pada malam itu. pendapat ini disetujui oleh Ishaq Ibnu Rahawih dan beliau berkata ”Ini bukan sebuah bid’ah”
Imam Syafi'i berkata:
ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ : ﺑﻠﻐﻨﺎ ﺃﻥ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻳﺴﺘﺠﺎﺏ ﻓﻲ ﺧﻤﺲ ﻟﻴﺎﻝ : ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ , ﻭ ﺍﻟﻌﻴﺪﻳﻦ , ﻭ ﺃﻭﻝ ﺭﺟﺐ , ﻭ ﻧﺼﻒ ﺷﻌﺒﺎﻥ
Telah sampai berita kepada kami bahwa doa akan di Kabul di lima malam, malam jum’at, malam 2 hari raya, dan Awal Rajab Dan Nifsu Sya’ban.
2. Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Tadzkirotul Khufadz juz. 4 hal. 1328 disaat menjelakan biografi Ibnu Asyakir beliau berkata:
ﺃﺑﻮ ﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ﺑﻦ ﻋﺴﺎﻛﺮ , ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺘﺼﺎﻧﻴﻒ ... ﻗﺎﻝ ﻭﻟﺪﻩ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ ﺑﻬﺎﺀ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻘﺎﺳﻢ : ﻛﺎﻥ ﺃﺑﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻮﺍﻇﺒﺎ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭ ﺍﻟﺘﻼﻭﺓ , ﻳﺨﺘﻢ ﻛﻞ ﺟﻤﻌﺔ , ﻭﻳﺨﺘﻢ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ , ﻭ ﻳﻌﺘﻜﻒ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺎﺭﺓ ﺍﻟﺸﺮﻗﻴﺔ – ﻣﻦ ﺟﺎﻣﻊ ﺩﻣﺸﻖ – ﻭ ﻛﺎﻥ ﻛﺜﻴﺮ ﺍﻟﻨﻮﺍﻓﻞ ﻭ ﺍﻻﺫﻛﺎﺭ , ﻭ ﻳﺤﻴﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻨﺼﻒ – ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ – ﻭ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺬﻛﺮ
Al-Hafidz Ibnu Asyakir seorang hafidz muhaddits Syam yang mempunyai banyak karangan, seorang putra Ibnu Asyakir, yaitu Baha Uddin Al-Qosim berkata “Ayahku (Ibnu Asyakir) selalu berjamaah serta membaca Al-Qur’an dan khatam tiap jum’at dan setiap hari dibulan Ramadhan dan selalu beri’tikaf di menara Asyarqiyah Damaskus. Beliau
selalu memperbanyak sholat sunnah, Dzikir, menghidupkan malam Nisfu sya’ban serta malam ‘id dengan sholat dan Dzikir .
3. Al-Imam Ibnu Haj dalam kitabnya Al-Madkhal juz. 1 hal. 257 berkata tentang Malam Nisfu Sya'ban:
ﻭ ﺑﺎﻟﺠﻤﻠﺔ ﻓﻬﺬﻩ ﺍﻟﻠﻴﻠﺔ ﻭ ﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻓﻠﻬﺎ ﻓﻀﻞ ﻋﻈﻴﻢ ﻭ ﺧﻴﺮ ﺟﺴﻢ , ﻭ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻳﻌﻈﻤﻮﻫﺎ ﻭ ﻳﺸﻤﺮﻭﻥ ﻟﻬﺎ ﻗﺒﻞ ﺇﺗﻴﺎﻫﺎ , ﻓﻤﺎ ﺗﺄﺗﻴﻬﻢ ﺇﻻ ﻭﻫﻢ ﻣﺘﺄﻫﺒﻮﻥ ﻟﻠﻘﺎﺀﻫﺎ ﻭ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺤﺮﻣﺘﻬﺎ , ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻗﺪ ﻋﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﺣﺘﺮﺍﻣﻬﻢ ﻟﻠﺸﻌﺎﺀﺭ
Fasal malam nishfu sya’ban:
Kesimpulannya, “Malam Nishfu sya’ban meskipun bukan malam lailatul Qadar akan tetapi adalah malam yang mempunyai keutamaan yang sangat agung dan kebaikan yang sangat banyak. Ulama salaf mengagungkannya
serta bersungguh-sungguh dalam menyambut kedatangannnya. Dan tidak datang malam Nishfu sya’ban kecuali mereka sudah siap menghidupkannya seperti yang telah diketahui dari mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang
mengagungkan syiar Allah.
4. Ibnu Taimiyah panutan wahabi berkata tentang malam nisfu sya'ban dalam Majmu' Fatawa juz. 23 hal. 131:
ﺇﺫ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻭﺣﺪﻩ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺧﺎﺻﺔ ﻛﺎﻥ ﻳﻔﻌﻞ ﻃﻮﺍﺗﻒ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻓﻬﻮ : ﺣﺴﻦ - ﻣﺨﻤﻮﻉ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺝ 23 ﺹ 131
Apabila ada seseorang sholat dimalam
Nishfu Sya’ban dengan sendirian atau berjama’ah sebagaimana yang dilakukan sebagian kaum muslimin itu merupakan hal yang baik”.
Dilanjutkan pada hal. 132:
ﻭ ﺃﻣﺎ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻨﺼﻒ ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻱ ﻓﻲ ﻓﻀﻠﻬﺎ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭ ﺍﺛﺎﺭ , ﻭ ﻧﻘﻞ ﻋﻦ ﻃﺎﺀﻓﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺃﻫﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ , ﻓﺼﻼﺓ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺣﺪﻩ ﻗﺪ ﺗﻘﺪﻣﻪ ﻓﻴﻪ ﺳﻠﻒ ﻭﻟﻪ ﻓﻴﻪ ﺣﺠﺔ ﻓﻼ ﻳﻨﻜﺮ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ , ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻓﻬﺬﺍ ﻣﺒﻨﻲ ﻋﻠﻰ ﻗﺎﻋﺪﺓ ﻋﺎﻣﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺘﻤﺎﻉ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﺎﻋﺎﺕ ﻭ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ
Adapun keutamaan malam Nisfu Sya’ban telah diriwayatkan dari beberapa hadits dan atsar serta sejumlah dari ulama salaf,sesungguhnya mereka menghidupkannya dengan sholat. Adapun sholat seseorang dengan sendirian dimalam Nishfu Sya’ban cara seperti itu telah dilakukan oleh ulama salaf dan dengan dalil-dalil yang jelas maka hal ini tidak boleh diingkari. Adapun sholat jamaah yang mereka lakukan dimalam Nisfu Sya’ban ini berdasarkan atas qaidah umum bahwa dianjurkan berkumpul dalam melakukan ketaatan dan ibadah.
Setelah Mereka yang mencederai hadits-hadits malam nishfu sya'ban, akhirnya mereka berkata bahwa tidak ada perbedaan diantara bulan sya’ban dan bulan lainnya.
Akan tetapi kebanyakan ulama salaf telah mengutamakan (menghidupkan) malam Nishfu Sya’ban sebagaimana nash riwayat yang jelas dari Imam Ahmad karena banyaknya hadits yang menjelaskan tentang keutamaannya dan juga karena banyaknya perkataan dari para ulama salaf yang tersebut dalam kitab musnad-musnad dan sunan-sunan, meskipun memang ada beberapa riwayat yang lain yang dipalsukan.”
Wassalam
Dari FB Ust. Bahrur Rasid Jember

Tidak ada komentar:

Posting Komentar