Rabu, 01 April 2015

Harta Kita Sesungguhnya

HARTA KITA YANG SESUNGGUHNYA
Umumnya, kita menganggap bahwa harta yg disimpan itulah harta kita yg sesungguhnya. Padahal sebenarnya harta kita adalah yg telah kita suguhkan untuk kebaikan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
.
أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ؟ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ. قَالَ: فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ
.
“Siapa di antara kalian yg harta ahli warisnya lebih dia cintai dari hartanya (sendiri)?” Mereka (sahabat) menjawab: “Wahai Rasulullah, tidak ada dari kita seorangpun kecuali hartanya lebih ia cintai.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya hartanya adalah yg ia telah suguhkan, sedangkan harta ahli warisnya adalah yg dia akhirkan.” [HR. Al-Bukhari]

Ibnu Baththal berkata: “Dalam hadits ini ada anjuran utk menyuguhkan apa yg mungkin bisa disuguhkan dari harta pada sisi-sisi taqarrub kepada Allah & kebaikan. Supaya ia nantinya bisa mengambil manfaat darinya di akhirat.
Karena segala sesuatu yg ditinggalkan oleh seseorang, maka akan menjadi hak milik ahli waris. Jika nantinya ahli waris menggunakan harta itu dlm ketaatan kepada Allah, maka hanya ahli warisnya yang dpt pahala dari itu. Sedangkan yg mewariskannya hanya dia yg lelah mengumpulkannya….” [Fathul Bari, 11/260]
Aisyah pernah menuturkan bahwa dahulu sahabat menyembelih kambing, maka Nabi bertanya: “Apa yg masih tersisa dari kambing itu?” ‘Aisyah berkata: “Tidak tersisa darinya kecuali tulang bahunya.” Nabi bersabda: “Semuanya tersisa, kecuali tulang bahunya.” [Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2470]
Maksudnya, apa yg kamu sedekahkan maka itu sebenarnya yg kekal di sisi Allah, dan yg belum disedekahkan maka itu tidak kekal di sisi-Nya.
Yang kamu sedekahkan itu merupakan harta tabungan kita yg telah terjaga di sisi Allah.
Sedangkan yg kita miliki saat ini akan sirna begitu kita meninggal, tidak dapat kita bawa ke alam akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar