Rabu, 07 Januari 2015

al hadist

Hadist ke 243
وعنه قال : كنا مع رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذ سَمِعَ وَجْبَةً فقال : « هَلْ تَدْرُونَ ما هذا؟» قُلْنَا : اللَّه وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ ، قال : هذا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ في النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَريفاً فَهُوَ يهْوِي في النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلى قَعْرِهَا ، فَسَمِعْتُمْ وجْبَتَهَا» رواه مسلم
Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Kita semua bersama Rasulullah s.a.w., tiba-tiba terdengarlah suara benda yang jatuh keras, lalu beliau bersabda: "Adakah engkau semua mengetahui suara apakah ini?" Kita semua berkata: "Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Ini adalah batu yang di Iemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun yang lalu dan kini sudah sampai di dasar neraka itu. Maka dari itu engkau semua dapat mendengarkan suara jatuhnya." (Riwayat Muslim)
Nabi memang nggak sama dg kita pengetahuannya. Pengetahuan ternyata tak semua fisika, ada yang metafisika.

Hadist ke 239
وعن أُسامةَ بنِ زَيْدٍ ، رضي اللَّه عنهما ، قال : بعثَنَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إلى الحُرَقَةِ مِنْ جُهَيْنَةَ ، فَصَبَّحْنا الْقَوْمَ عَلى مِياهِهمْ ، وَلحِقْتُ أَنَا وَرَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ رَجُلاً مِنهُمْ فَلَمَّا غَشِيناهُ قال : لا إِلهِ إلاَّ اللَّه ، فَكَفَّ عَنْهُ الأَنْصارِيُّ ، وَطَعَنْتُهُ بِرْمِحِي حَتَّى قَتَلْتُهُ ، فَلَمَّا قَدِمْنَا المَدينَةَ ، بلَغَ ذلِكَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال لي : « يا أُسامةُ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ ما قَالَ : لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ ؟ قلتُ : يا رسولَ اللَّه إِنَّمَا كَانَ مُتَعَوِّذاً ، فَقَالَ : « أَقًتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ؟،» فَما زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمنَّيْتُ أَنِّي لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذلِكَ الْيَوْمِ . متـفقٌ عليه
Dari Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. mengirim kita ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kita berpagi-pagi menduduki tempat air mereka. Saya dan seorang lagi dari kaum Anshar bertemu dengan seseorang lelaki dari golongan mereka - musuh. Setelah kita dekat padanya, ia lalu mengucapkan: La ilaha illallah. Orang dari sahabat Anshar itu menahan diri daripadanya - tidak menyakiti sama sekali, sedang saya lalu menusuknya dengan tombakku sehingga saya membunuhnya. Setelah kita datang - di Madinah, peristiwa itu sampai kepada Nabi s.a.w., kemudian beliau bertanya padaku: "Hai Usamah, adakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan La ilaha illallah?" Saya berkata: "Ya Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya untuk mencari perlindungan diri saja - yakni mengatakan syahadat itu hanya untuk mencari selamat, sedang hatinya tidak meyakinkan itu." Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Adakah ia engkau bunuh setelah mengucapkan La ilaha illallah?" Ucapan itu sentiasa diulang-ulangi oleh Nabi s.a.w., sehingga saya mengharap-harapkan, bahawa saya belum menjadi Islam sebelum hari itu - yakni bahawa saya mengharapkan menjadi orang Islam itu mulai hari itu saja, supaya tidak ada dosa dalam diriku." (Muttafaq 'alaih)
قال إبراهيم الحربى الحنبلى – وهو من كبار تلاميذ احمد ابن حنبل- : قبر معروف الترياق المجرب. يريد إجابة دعوة المضطر عنده لان البقاع المباركة يستجاب فيها الدعاء (الذهبى – سير اعلام النبلاء 9:343)
berkata Ibrohim al Harbi -salah satu murid utama Imam Ahmad ibn Hanbal- : Kuburan Ma'ruf al Karkhiy adalah obat yang mujarrob. Imam adz Dzahaby asy Syafii menjelaskan : maksud al Harbi adalah bahwa doa orang yang butuh di sisi kubur Ma'ruf adalah mustajab, karena tanah yang barokah doa mustajab di dekatnya
Abud Darda' berkata, Rasulullaah SAW bersabda: "Andaikan kalian mengetahui sebagaimana yang aku tahu, pastilah kalian sedikit tertawanya dan banyak menangis. Urusan dunia pasti rendah (dan hina) buat kalian dan kalian pasti mengutamakan urusan akhirat
وعن ابنِ عباسٍ ، رضي اللَّه عنهما ، قال : سمعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : «مَا مِنْ رَجُلٍ مُسلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنازتِه أَرَبَعُونَ رَجُلاً لا يُشرِكُونَ بِاللَّهِ شَيئاً إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فيه»رواه مسلم
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tiada seorang muslim pun yang meninggal dunia, kemudian berdiri untuk menyembahyangi jenazahnya itu sebanyak empat puluh orang yang semuanya tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, melainkan Allah akan mengurniakan syafaat kepada orang yang mati tadi." (Riwayat Muslim
) 
Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam Bersabda :
Perbanyak lah membaca Shalawat kepada ku pada setiap hari jum'at,sebab Shalawat umat ku di pinta kan kepada ku setiap hari jum'at.. Maka siapa yang paling banyak Shalawat nya kepada ku dari mereka,maka ia orang yang terdekat dari mereka kepada ku akan tingkatan nya.
( HR - Al Baihaqy dari Abi Umamah Radiyallahuanhu )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar